Halo, para pencari petualangan yang penuh kelincahan!
Pernahkah Anda merasa iri pada katak? Bukan karena mereka pandai berenang atau bisa hidup di dua alam, tapi karena lidah mereka panjang, lengket, dan super fungsional?
Bayangkan jika Anda punya lidah sepanjang itu. Tidak perlu repot-repot mengambil remote yang jatuh di balik sofa—cukup jilat dari kejauhan. Tidak perlu tangga untuk mengambil camilan di lemari atas—satu jilatan, camilan berpindah tangan.
Kedengarannya menggelikan? Mungkin. Tapi justru di situlah letak pesona game yang akan kita bahas hari ini.
Hari ini, saya ingin mengajak Anda berkenalan dengan Big Hops. Bukan, ini bukan game tentang lomba lompat jauh atau sekadar simulasi katak biasa. Ini adalah salah satu kejutan manis dari dunia game indie yang baru saja hadir di Steam pada 12 Januari 2026.
Siapkan jari-jari Anda, karena kita akan bergerak, melompat, berayun, dan mungkin… sedikit menjulurkan lidah.
Sekilas Tentang Sang Pahlawan Hop si Katak Kecil
Big Hops adalah game 3D platformer garapan Luckshot Games, sebuah studio indie yang mungkin baru Anda dengar namanya saat ini. Tapi jangan remehkan pendatang baru ini, karena para kritikus game ternama seperti Kotaku dan GameSpot sudah mulai berdecak kagum.
Kita berperan sebagai Hop, seekor katak muda yang polos dan penuh mimpi. Suatu hari, ia diculik oleh roh nakal bernama Diss dan dibawa ke dunia asing yang penuh misteri. Misi Hop sederhana: pulang ke keluarganya.
Tapi tentu tidak semudah itu, karena Diss memerintahkan Hop untuk mengumpulkan Dark Drips (tetesan energi gelap) di berbagai dunia. Sementara itu, seorang rakun tua mekanik menawarkan bantuan membuat airship (kapal terbang) yang bisa membawa Hop pulang—dengan syarat Hop mengumpulkan suku cadangnya.
Jadilah Hop harus menjalani dua misi paralel: mengumpulkan Dark Drips untuk Diss (yang sebenarnya mencurigakan), sekaligus mencari suku cadang untuk airship. Ini adalah formula klasik “collect-a-thon” yang dibalut dengan cerita yang surprisingly dalam—penuh tema tentang konflik keluarga, korupsi perusahaan, dan keinginan untuk pulang.
Yang Bikin Ketagihan Lidah Ajaib si Katak
Oke, cerita boleh menarik, tapi yang membuat Big Hops benar-benar istimewa adalah gameplay-nya. Dan bintang utamanya adalah… lidah.
Ya, Anda tidak salah baca. Lidah Hop bukan sekadar alat untuk menangkap lalat. Lidah ini adalah multitool paling keren yang pernah ada di game platformer.
Dengan lidahnya, Hop bisa:
- Berayun dari satu titik ke titik lain seperti Spider-Man versi amfibi.
- Membuka peti, menarik tuas, dan membuka pintu dari kejauhan—bahkan ada mini-game “membuka kunci dengan lidah” yang aneh tapi menghibur.
- Menangkap serangga untuk mengisi ulang stamina.
- Menjadi katapel untuk melontarkan diri ke udara.
Dan yang terbaik? Semua gerakan ini terasa sangat natural. Kotaku bahkan menyebut bahwa “menggunakan lidah di Big Hops terasa seenak berlari atau melompat di game lain”. Ini bukan gimmick yang dipaksakan, tapi fitur yang benar-benar terintegrasi dengan mulus.
Kebebasan Ala Zelda Bertemu Kreativitas Mario
Selain lidah, Big Hops menawarkan satu hal lagi yang jarang ditemukan di game platformer: kebebasan total.
Hop bisa melakukan berbagai gerakan: berguling, menyelam, lari di dinding (wall-run), memanjat dinding (ala Breath of the Wild dengan stamina meter), meluncur di perut, berenang, dan masih banyak lagi. Ini adalah moveset yang setara dengan Mario atau bahkan lebih bervariasi.
Tapi bagian terbaiknya adalah sistem buah dan sayur ajaib.
Di setiap dunia, Anda akan menemukan berbagai buah dan biji-bijian dengan efek unik:
- Biji ek: Tumbuh menjadi tanaman merambat raksasa yang bisa dipanjat.
- Jamur: Menjadi trampolin yang memantulkan Hop ke udara.
- Cabai: Membakar rintangan tertentu.
- Apel hijau: Menciptakan titik jangkar permanen untuk digantungi lidah.
- Gelembung: Menciptakan zona tanpa gravitasi.
Yang membuat ini istimewa: Anda bisa menyimpan sayur dan buah ini di ransel dan menggunakannya di mana saja, kapan saja. Ini berarti Anda bisa “memecahkan” level dengan cara yang tidak terduga. Mau memanjat tebing yang seharusnya tidak bisa dipanjat? Tanam saja biji ek di sana. Mau melewati jurang tanpa jembatan? Lempar jamur untuk membuat trampolin.
GameSpot menyebut bahwa Big Hops “terasa seperti Anda sedang breaking the game (mematahkan game), hanya untuk menyadari bahwa pengembang sengaja memberi Anda kebebasan itu”. Ini adalah filosofi desain yang sangat berani dan mengingatkan saya pada Breath of the Wild.
Tiga Dunia, Ribuan Cerita
Big Hops memiliki tiga dunia utama yang bisa dieksplorasi: Red Desert (gurun merah), Open Ocean (lautan terbuka), dan Shattered Mountain (gunung yang hancur).
Tapi jangan bayangkan dunia yang kosong dan hanya berisi platform. Setiap dunia terasa hidup. Ada komunitas dengan konflik mereka sendiri: keluarga kelinci yang bisnisnya terancam lubang raksasa, berang-berang bajak laut dengan pertikaian internal, dan masih banyak lagi. Anda bisa membantu mereka menyelesaikan masalah melalui misi sampingan yang tidak terasa seperti fetch quest membosankan.
Di sela-sela dunia utama, ada juga segmen Void (alam kegelapan) di mana gravitasi berputar dan berliku layaknya Super Mario Galaxy. Ini adalah salah satu bagian paling stylish dalam game.
Visual dan Audio Manjakan Mata dan Telinga
Satu hal yang langsung tertangkap mata saat pertama kali melihat Big Hops adalah gaya visualnya yang memukau. Dengan sentuhan cel-shaded dan warna-warna cerah, game ini terasa seperti kartun hidup yang interaktif.
Karakternya didesain dengan apik—Hop sendiri menggemaskan dengan lompatannya yang mengeluarkan suara “yips” seperti perpaduan Mario dan Link muda.
Yang mengejutkan untuk ukuran game indie: hampir semua karakter memiliki voice acting penuh dengan kualitas yang baik. Ini menambah imersi dan membuat setiap interaksi terasa lebih personal.
Musiknya juga tidak kalah memanjakan, membangkitkan nostalgia era PS1 dan N64 dengan sentuhan modern.
Tidak Ada Musuh, Hanya Tantangan
Satu keunikan Big Hops yang mungkin mengejutkan Anda: game ini hampir tidak memiliki musuh.
90 persen dari pengalaman bermain adalah murni platforming, eksplorasi, dan puzzle-solving. Tidak ada membantai gerombolan musuh, tidak ada sistem pertarungan yang rumit.
Tapi jangan berpikir ini berarti game ini mudah. Justru sebaliknya—tantangan datang dari level design yang semakin kompleks. Di paruh kedua game, ada sejumlah tantangan platforming yang cukup menegangkan dan membutuhkan refleks cepat.
Ada juga beberapa boss fight (sekitar dua atau tiga) yang menguji kemampuan Anda menggunakan lidah dan sayur-sayuran ajaib. Tapi secara umum, Big Hops adalah game yang lebih fokus pada kreativitas dan eksplorasi daripada pertarungan.
Durasi dan Harga Seberapa Besar Petualangan?
Big Hops bisa diselesaikan dalam waktu sekitar 8 hingga 11 jam tergantung seberapa banyak konten sampingan yang Anda kejar. Ini adalah durasi yang pas untuk game sejenis—tidak terlalu pendek sehingga terasa kurang, tidak terlalu panjang sehingga membosankan.
Game ini dibanderol dengan harga $19.99 (sekitar Rp 320.000 tergantung kurs). Harga yang cukup bersahabat untuk sebuah game dengan kualitas produksi setinggi ini.
Oh, dan kabar baik untuk Anda yang punya Nintendo Switch: game ini bisa dimainkan di Switch 1 dan Switch 2 (dengan performa yang cukup baik meski kadang ada penurunan frame rate).
Kekurangan Jujur Saja, Tidak Ada Yang Sempurna
Sebagai seorang kritikus yang jujur, saya tidak bisa hanya memuji. Big Hops memang punya beberapa kekurangan yang perlu Anda ketahui :
1. Fisika yang Kadang “Nakal”
Karena banyak mekanisme berbasis fisika, kadang-kadang hasilnya tidak konsisten. Anda bisa melakukan lompatan yang sama persis, tapi sekali berhasil, sekali gagal. Ini bisa membuat frustrasi, terutama di bagian yang membutuhkan presisi tinggi.
2. Bug dan Masalah Performa
Beberapa reviewer melaporkan crash dan graphical glitch, terutama di versi Switch. Di PC, umumnya lebih stabil, tapi tetap ada laporan tentang frame drop di area tertentu.
3. Bagian yang “Terlalu Terstruktur”
Meskipun sebagian besar game menawarkan kebebasan, ada beberapa segmen—terutama di dunia ketiga—yang terasa terlalu linear. Satu bagian dengan mine cart (kereta tambang) disebut-sebut sebagai titik terlemah game karena terasa janky dan tidak memberikan ruang untuk kreativitas.
4. Cerita yang Terburu-buru di Akhir
Para kritikus sepakat bahwa akhir cerita terasa terburu-buru. Motivasi Diss tiba-tiba menjadi sulit dipahami, dan klimaksnya terasa kurang memuaskan dibandingkan build-up sebelumnya.
5. Tidak Ada Loadout untuk Trinket
Sistem trinket (perhiasan yang memberi buff seperti pengurangan stamina, indikator koleksi, dll) sebenarnya keren, tapi sayangnya tidak ada loadout untuk mengganti-ganti dengan cepat. Anda harus membuka menu setiap kali ingin mengganti, yang sedikit mengganggu.
Apakah Layak Mampir ke Dunia Hop?
Big Hops adalah salah satu kejutan terbaik di awal tahun 2026. Ia berhasil melakukan apa yang jarang dilakukan game indie: menyaingi kualitas game AAA di genre yang sama.
Dengan mekanisme lidah yang inovatif, kebebasan eksplorasi ala Breath of the Wild, dan presentasi yang memukau, game ini layak masuk dalam daftar wishlist Anda—terutama jika Anda penggemar genre 3D platformer.
BELI jika:
- Anda rindu era keemasan Super Mario 64 dan Banjo-Kazooie.
- Anda menyukai game yang menghargai kreativitas dan eksperimen.
- Anda ingin pengalaman bermain yang menenangkan (tanpa tekanan membantai musuh).
- Anda punya teman atau keluarga yang suka nonton game lucu-lucuan.
LEWATI dulu jika:
- Fisika yang tidak konsisten mudah membuat Anda frustrasi.
- Anda tidak punya toleransi terhadap bug dan crash (meskipun tidak separah game Early Access).
- Anda lebih suka game dengan pertarungan intens dibanding platforming murni.
Big Hops adalah pengingat bahwa di tengah gemerlap game AAA dengan grafis hiper-realistis dan mekanisme rumit, kadang-kadang yang kita butuhkan hanyalah seekor katak kecil, lidah panjang, dan kebebasan untuk melompat ke mana pun kita mau.
Selamat bermain, para petualang. Dan ingat: jika ada yang tidak bisa dijangkau, coba jilat saja.
Tags: